✆+6221-668-3545 | ✉info@yayasankasihmulia.org

Berita & Peristiwa

Kita Berada Dalam Darurat Narkoba

Dalam situasi darurat Narkoba di Indonesia, Presedien RI – Joko widodo tidak tinggal diam. Ia menawarkan sebuah gerakan baru yang melibatkan semua pihak untuk ikut berpikir dan bertindak terhadap pengaruh negatif narkoba. Inilah sebuah gerakan penting dan menjadi pintu masuk bagi upaya-upaya pencegahan terhadap jaringan narkoba yang sulit dibendung. Gerakan merehablitasi 100 ribu pengguna narkoba dan adiksi lainnya oleh Presiden adalah program nyata yang harus ditindaklanjuti oleh lembaga- lembaga pemerintah dan swasta. Gerakan baru ini dilihat sebagai momen penting dimana Negara merasa bertanggungjawab terhadap pengaruh adiksi yang merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat dan masa depan generasi muda khususnya. Hal ini bukan perkara kecil. Kita dituntut untuk turun tangan bersama terutama memiliki tekad untuk mengadakan pencegahan terhadap merebaknya narkoba di Indonesia. Sebanyak 100 ribu orang yang harus direhabilitasi, ini bukan sekedar euforia seorang Presiden. Tapi ia memiliki keprihatinan yang dalam terhadap korban narkoba yang semakin mengkawatirkan keluarga dan masyarakat. Gerakan rehabilitasi ini merujuk pada data prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia tahun 2015 yang dirilis oleh Puslitdatin BNN, diketahui bahwa angka prevalensi itu sebesar 2.20% atau setara dengan 4.098.029. Terdiri dari 1.599.836 orang kelompok coba pakai (0.86%); 1.511.35 tergolong orang teratur pakai (0.81%); 68.902 tergolong pecandu suntik (0.04%) dan 918.256 termasuk kelompok pecandu non- suntik (0.49%). Terjadi peningkatan sebesar 0.02% dari tahun 2015 dimana angka prevalensi sebesar 2.18%. Dengan peningkatan angka prevalensi ini, kita ditantang untuk mengoptimalisasi upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba secara menyeluruh, dan salah satunya ialah upaya melakukan rehabilitasi terhadap pecandu narkoba secara berkualitas dan mendorong pendirian dan pengembangan panti rehabilitasi narkoba dalam kerja sama dengan komponen masyarakat. Pada satu sisi, pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN), Kemensos maupun Depkes, telah mengembangkan program-program pencegahan dan pemulihan. Meskipun demikian, ternyata pemerintah belum cukup siap menghadapi program rehabilitasi 100 ribu pengguna narkoba yang dicanangkan oleh Presiden RI. Pada sisi lain, kesulitan yang dihadapi ialah tidak saja menyangkut pembangunan panti rehab oleh pemerintah dan komponen masyarakat, tapi juga menyediakan tenaga-tenaga trampil: profesional dan kompeten di bidang adiksi ini. Sesungguhnya, selama hampir 20 tahun, sejak berdirinya pada tahun 1998, YKM sudah menjawab apa yang diharapkan oleh Presiden pada saat ini. Ketika Indonesia ada dalam darurat narkoba, maka sangat dibutuhkan para konselor adiksi yang profesional dan kompeten, tapi juga panti rehab yang memenuhi standar nasional maupun internasional. Dalam konteks itu, YKM jauh hari telah meningkatkan mutu pelayanannya dari program pemulihan menuju ketersediaan sekolah bagi tenaga profesional: sebagai konselor adiksi dan profesional adiksi dalam level nasional maupun internasional. Hal ini berarti YKM melalui Kedhaton Parahitanya telah menjadi pusat pembelajaran (Learning Center of WFTC) berdasarkan pengalaman- pengalaman akan penanggulangan korban adiksi dari pendekatan Therapeutic Community. Demikian juga, YKM telah dipercayakan sebagai Education Provider for Addiction Professional (Pendidikan bagi Profesional Adiksi) dengan nama Parahita Education Provider (PEP). Sejak awal YKM telah berpikir bagaimana meningkatkan mutu pelayananya terhadap korban narkoba dan pencegahan terhadap pengaruh narkoba sesuai dengan harapan pemerintah Indonesia maupun dunia. Melalui “Learning Center of Therapeutic Comunity” (dalam kerja sama dengan World Federation Therapeutic Communities) dan PEP (dalam kerja sama dengan Colombo-Plan), YKM telah siap menyambut pelaksanaan program rehabilitasi 100 ribu orang yang dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo secara efektif and efisien berdasarkan pengalaman dan pengetahuan (evident based). (LS)

Post a comment

Indonesian ID English EN
Open chat
1
Halo, ada yang bisa kami bantu?
Powered by