sby-kepustakaan

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERESMIAN PANTI REHABILITASI NARKOBA TERPADU KEDHATON PARAHITA YAYASAN MULIA BUKIT SENTUL 20 AGUSTUS 2005 Yang saya hormati Saudara Wakil Gubernur Jawa Barat, Yang saya hormati Saudara Pimpinan Yayasan Kasih Mulia Romo Labertus Somar, Ibu Rahmawati Yusuf dan keluarga, Yang saya hormati Distinguished Guest dari International Organization dan our guest from …, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Hadirin sekalian yang saya muliakan. Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, kita memiliki kesempatan yang baik pada hari ini untuk ikut berterima kasih, bersyukur dan bergembira atas terwujudnya prakasa tang mulia, prakasa yang luhur untuk membangun panti rehabilitasi terpadu yang mulai kita resmikan penggunaanya hari ini, Panti Rehabilitasi Narkoba Terpadu Kedhaton Parahita, saya harus sebut Bapak Da’i Bahtiar dan teman-teman dari BNN dan juga dari Departement Kesehatan, Departement Sosial dan pejabat yang lain. Hadirin sekalian, Di banyak kesempatan saya menyatakan bangsa yang maju, bangsa yang berhasil, adalah bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang handal, human capital, good human resources. Kalau kita bicarakan masa depan berarti kita bicara generasi muda. Yang disebut bangsa atau generasi muda yang handal adalah mereka yang memiliki mental dan kepribadian yang baik. Yang kedua, adalah mereka yang sehat jasmani dan rohani. Yang ketiga, mereka yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dia berdaya saing dan dia produktif. Kemudian yang kempat adalah mereka yang memiliki rasa persoudaraan, harmoni dan toleransi yang tinggi satu sama lain. Apabila karakter seperti itu melekat pada sebuah bangsa, bangsa itu akan maju. Jika Indonesia ingin dan tentu kita semua berusaha keras untuk menjadi bangsa yang maju di masa depan, maka karakter demikianlah yang harus kita bangun dan kembangkan. Sehubung dengan itu di seluruh dunia, di indonesia kita menghadapi ancaman yang sangat serius, penyalahgunaan dan kejahatan yang berkaitan dengan narkoba. Penyakit sosial dan kejahatan ini mengancam masa depan kita, bisa menimbulkan kegelapan masa depan negeri kita. Oleh karena itu, tiada pilihan, there is no choice, kecuali kita bersatu padu, bersama-sama mencegah dan mengatasi penyakit sosial dan kejahatan yang berhubungan dengan narkoba ini. Kita harus melakukan langkah-langkah terpadu, total dan terus-menerus di seluruh Indonesia dan bekerja bersama dengan negara-negara sahabat, bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional, baik itu yang bersifat pre-emtif, privintif, kuratif dan rehabilitasi, serentak simultan, terpadu, mobilizing all potential we have, untuk betul-betul kita bisa mengatasi masalah besar ini. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, meskipun BNN yang dulu dipimpin oleh Bapak Da’i Bactiar, tentu sekarang dilimpahkan atau akan atau sudah dilimpahkan kepada Kapolri yang baru, telah bekerja sangat keras, hasilnya nyata, tetapi ancaman ini jauh lebih besar dari yang dapat dilakukan oleh pemerintah, oleh BNN amupun oleh komponen masyarakat. Satu-satunya cara adalah kepedulian, partisipasi dan kontribusi dari masyarakat Indonesia. Kerjasama dengan semua pihak di dalam negeri maupun dengan elemen dari luar negeri yang telah dibangun oleh Yayasan kasih Mulia ini adalah contoh nyata bahwa unsur masyarakat tidak hanya relay on apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, tapi mengambil bagian dalam upaya besar ini, menyelamatkan masa depan generasi muda kita, melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan pengguna obat-obat terlarang sekaligus kejahatan yang berkaitan dengan narkoba ini. Oleh karena itu atas nama pemerintah, bangsa dan negara saya ucapkan terima kasih kepada pemakrasa, pendiri dan donatur dari semua, sehingga Panti rehabilitasi Narkoba Terpadu Kedhaton Parahita ini dapat diwujudkan. Saya ingin di seluruh Indonesia terjadi pusat-pusat atau simpul-simpul pencegahan terhadap penyakit sosial dan kejahatan ini, dengan melibatkan semua pihak, tokoh-tokoh spiritual, pendidik, psikolog, psikiater, tokoh masyarakat, orangtua, tentu pemerintah akan menfasilitasi atau mendorong, akan mendukung dengan penuh, dengan demikian semua aspek bisa kita lihat. Dengan demikian kita bukan hanya menjadi pemadam kebakaran, tetapi sejak awal kita mencegah kebakaran itu terjadi. Makin banyak pusat-pusat pencegahan dan makin banyak akhirnya pusat-pusat rehabilitasi makin banyak pula yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia. Yang menjadi victim, korban, sasaran dari penyalahgunaan dan kejahatan narkoba ini, semua lapisan masyarakat. Mereka yang di daerah, mereka yang sedang bersekolah, kaum businessman, bahkan pekerja-pekerja profesional tidak luput, tidak kebal, tidak immune dari kejahatan yang sangat mencemaskan ini. Oleh karena itu semua level harus kita sentuh, saya senang melihat di seluruh Indonesia mulai tumbuh, meskipun saya melihat belum cukup, kepedulian, kesadaran, kontribusi untuk melakukan gerakan pencegahan dan penindakan narkoba ini. Mari kita dorong, saya meminta para Gubernur, para Bupati, para walikota, semua untuk sangat peduli dan bertanggung jawab dan mengambil bagian langsung dalam upaya pencegahan dan penindakan penyalahgunaan dan kejahatan narkoba ini. Ajak semua untuk menjadi bagian dari upaya besar ini. Bapak, ibu, hadirin sekalian yang saya hormati, Saya sudah beberapa kali datang ke lembaga pemasyarakatan, bertemu dan berdialog langsung dengan narapidana karena kejahatan narkoba. Saya bisa merasakan duka mereka, pilu orangtua, masa depan yang tidak cerah. saya datang ke panti rehabilitasi di tempat yang lain, bertemu dan berdialog dengan mereka. Saya lihat tekanan jiwanya, lukanya, sinar matanya yang memerlukan bantuan sangat serius untuk dia miliki masa depan kembali. Saya bertemu dan berdialog dengan yang sudah mulai berhasil terapinya, bahkan saya bertemu dengan mereka pada hari anti narkoba beberapa bulan yang lalu di Istana Negara. Mereka justru menceritakan, mereka menunjukan identitasnya, dua pemuda mewakili tentu ribuan pemuda yang lain, dua-duanya professional, melanjutkan kuliah dan berhasil, yang belasan tahun juga mengalami musibah itu. Dia keluar dengan bangga, dengan syukur, berbicara dengan saya, di depan para undangan, waktu itu saya mengatakan selamat kembali adik-adik, selamat untuk bersama-sama menjemput masa depan dan kami semua merindukan kembalinya mereka-mereka yang sudah bisa keluar dari kegelapan,dari jalinan permasalahan yang kompleks ini. Meraka kembali dan saya mengajak masyarakat terimalah mereka, bimbinglah mereka, ajaklah mereka, karena mereka sesungguhnya setelah keluar dari semuanya ini adalah mereka-mereka yang punya potensi, punya komitment, punya semangat untuk membangun masa depan yang baik. Ini contoh nyata betapa masalah ini memerlukan kepedulian, tanggung jawab dan kasih sayang. Jangan benci mereka, jangan seolah-olah mereka sesuatu yang membahayakan yang lain. Jangan seolah-olah mereka tidak lagi punya masa depan, salah perpepsi seperti itu. Mari kita cegah untuk tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan, tetapi setelah itu mari kita ajak kembali dengan serangkaian pengobatan, terapi yang baik, sebagaimana yang juga dilakukan oleh Yayasan Kasih Mulia di Panti Rehabilitasi Terpadu Kedhaton parahita ini. Once again, I’m looking toward to having better cooperation, better partnership with your organization, with your country, by the end of achieving our global objective to fight against this extraordinary crime, to save life of my brother and sisters, to save our future, to build a better future. Itulah yang ingin saya sampaikan hadirin sekalian, dan sekali lagi marilah kita lakukan gerakan bersama yang sangat-sangat serius untuk menyelamatkan bangsa kita menyelamatkan masa depan kita. Di hari narkoba hari anti narkoba kemarin, saya keluarkan SMS, saya kira Pak Da’i Bachtiar masih ingat, “Stop penggunaan dan penyalahgunaan narkoba sekarang”, not tomorrow, not next mount, but now. Mari sekarang juga kita lakukan perang besar, upaya besar untuk melawan kejahatan narkoba, tapi kepedulian besar, manifestasi kasih sayang yang besar untuk menyelamatkan kembali mereka-mereka yang terkena musiba ini. Demikianlah pesan saya semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita sekalian. Sekian, terima kasih. ***** Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan